2 Maret

Prosesi Upacara Mandi Laut

Ratusan Taruna/i AKMI Suaka Bahari Cirebon Ikuti Tradisi Mandi Laut

CIREBON – Mengukuhkan taruna/taruni, adalah tradisi di Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Cirebon. Pada Sabtu (2/3), digelar Upacara Mandi Laut di Pantai Kejawanan, Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh 231 taruna/i muda dan 56 orang staf Batalyon AKMI Suaka Bahari Cirebon.

Direktur AKMI Suaka Bahari Cirebon Asep Rahmat SH MM melalui Pembantu Direktur (Pudir) III Bidang Ketarunanan Eri J Lesmana ST menuturkan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka Pengukuhan Batalyon Taruna Prawira Sagara dan peresmian seragam PDL Taruna AKMI Suaka Bahari Cirebon.

Juga, sekaligus untuk mengenalkan tradisi kemaritiman kepada para taruna/i AKMI Suaka Bahari Cirebon. Salah satunya adalah mandi laut.

“Tentunya, ini untuk memupuk jiwa Cinta Bahari. Sebab, Indonesia adalah negara kemaritman dan kepulauan,” tuturnya.

Acara tersebut diawali perjalanan lintas medan dari kampus AKMI Ciperna menuju Pantai Kejawanan. Ini menjadi bukti bahwa taruna/i harus memiliki jiwa dan fisik yang kuat dalam mengarungi laut nanti. Setelah itu, rangkaian kegiatan ditutup dengan Upacara Mandi Laut.

“Kami berharapa, taruna/i AKMI Suaka Baharai Cirebon memiiki mental yang kuat, disiplin yang tinggi, dan mencintai lautan karena mereka nantinya akan ditugaskan atau bekerja di lautan,” ungkapnya.

Dalam Upacara Mandi Laut, turut hadir perwakilan PPN Kejawanan Tofani (kiri), Komandan Pangkalan TNI AL Cirebon Letkol Mar Yustinus Rudiman MTr Hanla MTr (Han), Direktur AKMi Suaka Bahari Cirebon Asep Rahmat SH MM, dan Pengawas Yayasan Suaka Bahari Ciperna Uli Jazuli.

Dalam upacara mandi laut, Komandan Pangkalan TNI AL Cirebon, Letkol Mar Yustinus Rudiman MTr Hanla MTr (Han) bertindak sebagai inspektur upacara. Dia berharap, taruna/i AKMI Suaka Bahari Cirebon bisa menemukan jati diri sebagai salah satu komponen bangsa.

“Sehingga, hal ini menguatkan mereka bahwa tidak salah menggantungkan masa depan di sini, ada di laut,” tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah memiliki visi untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sehingga, peluang besar untuk taruna/i berkarya dengan cara apapun. Program pendidikan yang telah disiapkan oleh AKMI Suaka Bahari Cirebon pun dinilai sebagai salah satu komponen yang dapat mempercepat perwujudan Indonesia untuk menjadi poros maritim di dunia.

Dia berpesan kepada para taruna/i muda AKMI Suaka Bahari Cirebon agar selalu menggali ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal dalam menjawab tantangan masa depan.

Selalu berpegang teguh pada jati diri bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945 agar kelangsungan berbangsa dan bernegara tetap terjaga keutuhannya, yaitu MKRI. Selalu mawas diri pada budaya asing yang belum tentu cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.

“Persiapakan diri dari sekarang agar kelak bisa diandalkan dalam estafet tongkat kepemimpinan dari generasi ke generasi. Jadilah kader-kader pemimpin yang berkualitas di masa depan, serta selalu membentengi diri dengan iman dan agama agar mampu menjauhi hal-hal negatif seperti narkoba, miras dan juga pornografi,” pungkasnya.

Dalam upacara tersebut, turut hadir Pjs Palaksa Lanal Cirebon Mayor Laut (KH) Agus Satriyo, Topan (PPN Kejawanan), anggota Pomal, Pos Keamanan Terpadu Kejawanan, BP dan Sintel Lanal Cirebon, serta para pembina dan pembimbing dari Lanal Cirebon.

Sementara itu, Komandan Batalyon Perwira Sagara Angkatan 31, Alfarabi Prayoga Anantho H sangat bangga dan merasa beruntung bisa menuntut ilmu di AKMI Suaka Bahari Cirebon. Dinilai sebagai sekolah pelayaran swasta terbaik se-Jawa Barat, membuat Alfaribi tak ragu untuk menuntut ilmu di AKMI Suaka Bahari Cirebon. Hingga saat ini, sudah banyak nilai plus yang dirasakannya.

“Dengan kurikulum dan didukung dengan berbagai fasilitas, AKMI Suaka Bahari Cirebon membuat saya jauh lebih mandiri dan memiliki jiwa kepemimpinan,” tukasnya. (apr/adv)

Foto Bersama
Seluruh Taruna AKMI Suaka Bahari Cirebon foto bersama usai Upacara Mandi Laut di pantai kejawanan

Sumber : https://www.radarcirebon.com/ratusan-taruna-i-akmi-suaka-bahari-cirebon-ikuti-tradisi-mandi-laut.html